Translate

Laman

Partner

Senin, 18 November 2013

Pengaruh Diferensiasi Produk Terhadap Penjualan Produk/Jasa.


Sebagai seorang pebisnis dan pelaku pasar, tentunya kita menginginkan setiap produk atau jasa yang dijual akan diterima dan pastinya laku di pasaran. Dan dari usaha pemasar, apakah aktivitas jualan hanya sekedar menjual dan dibeli oleh pelanggan saja? Bagaimana bila pesaing di bidang yang sama memiliki inovasi akan produknya? Bagaimana bila pelanggan merasa jenuh akan produk yang kita jual? Bagaimana bila pelanggan beralih ke produk pesaing? Bagaimana bila packakging dan tampilan produk biasa-biasa saja?
Nah, sebenarnya masih banyak lagi “bagaimana” yang lain yang bisa membuat pebisnis menjadi aware akan status produknya di pasar, mau menjadi pemimpin pasar atau hanya sebagai peserta dalam persaingan. Daripada pusing hanya memikirkan “bagaimana”, bahasan berikut ini mungkin bisa menjadi jalan keluar dari masalah tersebut.
Diferensiasi produk, dilihat dari namanya sudah tersirat bahwa strategi ini bertujuan untuk membuat pebisnis siapapun itu mampu membuat produk/jasa yang dihasilkannya tidak mainstream sehingga bisa mengambil hati pelanggan dan pastinya bisa memenangkan pasar. Definisi dari diferensiasi produk itu sendiri adalah sebuah strategi dari pebisnis untuk memodifikasi atau mendesain produknya sehingga membuat produk tersebut menjadi berbeda dari produk para pesaingnya.
Desain dan modifikasi produk ini, menurut Kotler bisa dikualifikasikan menjadi beberapa hal:
1.       Bentuk (bentuk fisik dari produk)
2.       Fitur (aplikasi, kegunaan yang membedakan dari produk pesaing)
3.       Mutu Kinerja dari produk (kualitas dari produk yang dihasilkan)
4.       Mutu kesesuaian (produk yang dihasilkan apakah sesuai dengan pasar/konsumen yang dituju)
5.       Daya Tahan (sebarapa lama produk tersebut bisa bertahan dalam masa pakainya)
6.       Keandalan Produk (apakah produk tersebut bisa diandalkan dalam setiap aktivitas konsumen)
7.       Mudah Diperbaiki
8.       Gaya (produk yang dihasilkan mampu mewakili gaya pada waktunya)
9.       Rancangan/Design
Lalu apa sih keuntungan dan fungsi dari diferensiasi produk untuk pebisnis itu sendiri? Diferensiasi produk memiliki fungsi sebagai berikut:
-          Produk yang mudah diingat, apabila pebisnis tau cara dan strategi untuk bagaimana membuat produknya berbeda dari produk pesaingnya maka para pelanggannnya pasti akan mengingat produk tersebut, karena apa yang ditawarkan kepada pasar berbeda dari produk yang lain.
-          Keunggulan  produk, dengan adanya diferensiasi produk maka produk yang dihasilkan akan memiliki  perbedaan dan ke‘unik’annya sendiri dibanding produk lainnya maka dari itu produk tersebut akan lebih unggul dari produk yang lainnya.
-          Mengurangi rasa bosan pada produk, diferensiasi akan membuat produk menjadi lebih variatif, dengan inovasi-inovasi baru dari produk akan membuat pelanggan tidak bosan akan produk yang itu-itu saja. Sehingga alternative pembelian pun semakin beragam.
-          Membentuk brand image, sebenarnya sama fungsinya dengan fungsi yang pertama. Dimana dengan adanya diferensiasi dan bertambahnya pilihan produk di pasaran maka produk tersebut akan membentuk brand image-nya dimasyarakat dengan sendirinya. Masyarakat akan memiliki pandangan tersendiri akan produk tersebut.

Dari diferensiasi produk ini saya coba tambahkan tentang buying behavior yang berkaitan dengan diferensiasi produk:
-          Complex Decision Making: Pada model ini para pelanggan membeli barang dari merek apa saja, mereka tidak mengetahui perbedaan dari tiap-tiap merek yang ada, padahal sebenarnya ada fungsi dan fitur yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga memerlukan keterlibatan yang tinggi dalam pembelian sehingga akan disadari perbedaan yang jelas diantara tiap-tiap merek.
-          Dissonance Buying Behavior: Pada model ini terdapat keterlibatan yang tinggi dari pelanggan dalam pembelian, dan konsumen mengetahui hanya terdapat sedikit perbedaan dari tiap merek yang ada. Dan pelanggan memberikan perhatianya pada harga dimana harga yang paling bersaing yang akan dipilih. Selain itu pelanggan juga mencari produk yang mereka rasa nyaman pada saat mereka pakai, dan untuk proses tersebut para pelanggan akan mencari info sebanyak-banyaknya akan produk dari merek yang akan mereka pakai.
-          Habitual Buying Behavior: Pada model ini pelanggan melakukan pembelian hanya berdasar pada kebutuhan dan bukan pada kesetiaan dari suatu merek. Jadi bila merek yang sudah lama dipakai tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan maka pelanggan tidak perlu berpikir lama untuk memakai merek yang lain.

-          Variety Seeking Buyer Behavior: Pada model ini terjadi variasi penjualan, terutama harga. Sehingga pelanggan terlibat kegiatan pembelian yang rendah karena harga yang dipasang murah sehingga pelanggan mencoba untuk bergonta ganti merek.


Demikian beberapa ulasan mengenai diferensiasi produk. Semoga bermanfaat ya.


Regards,

AI


Kamis, 14 November 2013

Double Benefit Positioning


Halo para pecinta bisnis dan pemasaran, setelah mengenal cukup baik akan Segmenting, Targeting, dan juga Positioning. Maka kali ini kita akan coba bahas beberapa biasan dari  masing-masing konsep tersebut.

Dan pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas biasan dari konsep Positioning. Positioning sendiri seperti yang kita ketahui adalah suatu konsep yang membuat suatu produk menjadi pilihan oleh customer karena produk tersebut berbeda dan mempunyai image yang tidak sama dengan pesaingnya. Jadi apabila suatu saat pelanggan mempunyai kebutuhan akan satu hal, kemudian pelanggan langsung menunjuk pada satu merek yang memang sudah mempunyai nama  besar dan memiliki kepercayaan dari pelanggan.

Lebih jauh lagi apabila ingin diperhatikan kembali maka positioning lebih menjadi sebuah strategi komunikasi dan bukannya strategi produk. Mengapa demikian, karena dari konsep fungsinya yang membuat suatu produk terlihat berbeda dari produk yang lain maka otomatis konsep positioning menggunakan unsur-unsur komunikasi sampai desain dalam melakukan tugasnya, karena bukan hanya selling box saja melainkan perusahaan ingin membentuk suatu image yang berbeda untuk produknya di mata pelanggan. Sehingga apa yang ingin disampaikan/dikomunikasikan perusahaan ke pelaggannya dapat tersampaikan dengan baik dan membentuk brand image yang direncanakan. Dan yang pasti akan menambah sukses penjualan produk yang bersangkutan.

Nah, dari konsep positioning ini ada biasan yang bernama double benefit positioning. Yang dimaksud dengan double benefit positioning ini adalah salah satu fungsi dari konsep positioning yang memberikan manfaat ganda. Dimana pada saat pesaing hanya memposisikan satu produk atau fitur maka dengan menggunakan strategi double benefit ini disaat yang bersamaan perusahaan langsung memposisikan manfaat ganda dari produk yang dipasarkan.

Dan hal yang positif dari double benefit positioning ini adalah akan membuat pasar menjadi lebih hidup dalam persaiangannya mendapatkan pelanggan, karena produsen akan berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam menghasilkan produknya supaya terus menjadi pilihan nomor satu. Sekarang banyak produk yang memiliki beberapa fungsi dan kegunaan. Dan peran dari double benefit positioning ini adalah mampu mewakilkan fungsi dan fitur dari barang-barang yang ingin dipasarkan.

Contoh mudahnya adalah adanya obat flu yang juga bisa sebagai obat batuk. DImana fungsi dari double benefit positioning sebagai media untuk memposisikan obat tersebut di masyarakat yang mengalami flu dan juga batuk begitu juga sebaliknya. Asalkan double benefit positioning ini saling berkaitan antara fungsi produk yang satu dengan fungsi lainnya.

Contoh lain adalah sekarang ada produk rice cooker yang juga bisa berfungsi untuk memasak sayur dan juga menanak kue. Dari fungsi rice cooker tersebut maka ibu-ibu rumah tangga tidak perlu menggunakan banyak-banyak alat dapur untuk keperluan yang berbeda, simple. Nah, sekali lagi fungsi dari double benefit positioning ini adalah sebagai pembeda satu produk dari produk yang lainnya. Dan juga asalkan segala fitur dari produk yang berkaitan saling berhubungan fungsinya, maka double benefit positioning akan semakin maksimal dalam fungsinya.

Berikut ini contoh gambar untuk strategi dasar dari Segmenting, Targetting, dan positioning

            


Semoga membantu ya untuk pemahaman positioning dan double benefit positioning ini.

 

Regards,

 

AI

Rabu, 06 November 2013

Pembahasan Product Life Cycle (Siklus Hidup Produk)


 Pembahasan Tentang Product Life Cycle.

Setiap perusahaan/produsen mulai dari yang kecil sampai yang besar dan dari beragam bisnisnya, pasti memerlukan pemasaran dari segala aspeknya. Dan di dalam pemasaran inilah perusahaan akan mengetahui seberapa jauh produknya akan diterima dan dijadikan unggulan oleh customernya serta bagaimana produk tersebut mampu bersaing secara kompetitif oleh pesaing.
Di dalam pemasaran ini ada suatu proses/siklus atau tahapan yang dapat membantu perusahaan untuk mengetahui dan menganalisa secara jelas sejauh mana produk yang dihasilkannya dapat bertahan secara kompetitif. Proses ini dikenal dengan nama PLC/Product Life Cycle atau siklus hidup produk. PLC ini adalah semacam grafik yang menggambarkan alur kehidupan produk dari awal mereka diproduksi dan dikenalkan ke masyarakat/konsumen sampai pada fase produk tersebut ditarik dari pasar/stop produksi. Pemahaman PLC ini sebelumnya diperkenalkan oleh Levitt yang masih digunakan oleh pebisnis untuk menganalisa siklus produk mereka hingga sekarang.
Simpelnya, seperti mahluk hidup, produk pun mengalami siklus hidup. Nah, dalam PLC ini terdapat beberapa siklus yang menggambarkan bagaimana sebuah produk menjalankan hidupnya. Diantaranya:          
      

·         Introduction (perkenalan)

·         Growth (pertumbuhan)

·         Maturity (kedewasaan)

·         Decline (kemunduran)


*Introduction
Pada fase introduction ini, produk masih sangat baru dan belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan produk ini. Dan pada tahap ini produsen umumnya mengeluarkan banyak biaya untuk memasarkan produknya, baik melalui iklan media cetak ataupun media kreatif lainnya seagresif mungkin. Tujuannya tidak lain adalah meraih pelanggan untuk memperkenalkan produk mereka dan biasanya laba yang diperoleh dari fase ini tidak terlalu besar.

*Growth
Di fase ini, suatu produk sudah mulai dikenal oleh masyarakat dan para pesaing pun sudah mulai mengeluarkan produk sejenis. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh produsen tidak seagresif tahap sebelumnya karena masyarakat sudah mulai mengenal produk bersangkutan.Dan pada fase ini laba dan penghasilan yang didapatkan semakin tinggi karena dari segi permintaan akan produk pun meningkat. Dan cara untuk tetap bisa menguasai pasar adalah salah satunya dengan cara menurunkan harga jual produk, sehingga masyarakat pun semakin bisa/mampu membeli produk tersebut.

*Maturity
Dalam tahap ini, produsen dan penjual mengalami penurunan laba meskipun penjualan masih meningkat, hal ini disebabkan produk sejenis dari pesaing yang sudah banyak di pasaran dan mempengaruhi pemikiran para konsumen. Terjadi perang harga yang besar-besaran pada tahap ini, dan pemasaran atau iklan akan semakin digenjot lagi. Dari tahap ini produsen harus mampu untuk bisa menghasilkan produk yang baru untuk menggantikan produk yang lama. Supaya produsen bisa semakin menguasai pasar.

*Decline
Pada fase decline, setiap produk mengalami kemunduran dalam siklus hidupnya karena masyarakat sudah mengenal dan sudah biasa akan produk tersebut. Sehingga dibutuhkan produk-produk yang baru yang lebih fresh. Dan hal yang dikuatirkan adalah apabila produsen tidak mampu menghasilkan produk yang baru maka nantinya akan berkutat di produk itu-itu saja dan selanjutnya akan kalah bersaing oleh competitor yang lebih dulu melakukan inovasi atau pembaruan produk. Dalam fase ini pengawasan biaya harus semakin intens terutama dari segi pemasaran karena meskipun persaingan sudah mulai menurun namun permintaan akan produk baru ini belum sebanyak produk sebelumnya.

Dari siklus hidup produk ini dapat menjadi acuan untuk melihat seberapa jauhkah perusahaan/produsen dapat memasarkan produknya secara efektif dan efisien. Sehingga cost dan investasi yang dikeluarkan akan sebanding nantinya dan persaingan dengan competitor pun akan dirasa mudah. Apalagi yang paling penting adalah pelanggan akan tetap setia pada produk dan merek yang sudah mereka pilih, terutama bila produk tersebut memiliki variasi dan inovasi yang semakin meyakinkan pelanggan.

Berikut ini contoh dari grafik Product Life Cycle yang paling dasar,untuk grafik dan penjelasannya sebenarnya banyak variasi dan penjelasan sesuai dengan keadaan produk di lapangan.
Namun acuannya tetap mendasar pada grafik ini.


Nah, bagaimana para marketer dan pebisnis setelah menelaah PLC ini? Semoga menambah info ya dan semoga kalian semakin sukses.


Best Regards,

 AI


 

Sabtu, 02 November 2013

Studi Kasus Office Multifunction Device dan Bagaimana Memenangkan Pasar


Dokumen menjadi sesuatu hal yang penting untuk merepresentatifkan secara tertulis dan tercetak dari apa yang ingin disampaikan kepada pihak kedua dan seterusnya, dan juga berfungsi sebagai dokumentasi atau rekaman dari notulen akan segala kejadian dalam rupa tulisan.

Dokumen seperti laporan bulanan keuangan dalam perusahaan, laporan tugas akhir dari mahasiswa serta dokumen dalam bentuk lain masih sangat sering kita jumpai saat ini, biasanya dokumen dituangkan dalam bentuk tulisan di atas sebuah kertas, dan sejauh ini memang kertas masih mendominasi untuk menjadi materi cetak dari dokumen tersebut. Banyak orang saat ini masih merasa nyaman bila memegang hard copy dari dokumen dengan cara mencetak dokumen tersebut dari mesin print, padahal seperti kita tahu bahwa sekarang ini adalah jaman yang sudah serba digital yang dimana dokumen sudah ditampilkan dalam bentuk softcopy.

Dan tahukah anda bahwa kertas yang selama ini kita pakai adalah hasil produksi berbahan dasar utama dahan pohon. Seiring berjalan waktu manusia sadar akan pentingnya alam yang harus di remajakan karena banyaknya kekayaan alam yang sudah dikonsumsi sejak dulu, salah satunya adalah dahan pohon yang menjadi bahan utama pembuatan kertas.

Bahasan saya ini agak melenceng sedikit jauh dari judul yang saya berikan, namun percayalah artikel pengantar ini akan bermanfaat nantinya dan membuat anda menjadi manusia yang mengerti akan pentingnya keseimbangan ekosistem alam. Berikut ini akan saya sampaikan sedikit tentang kertas mulai dari bahan pembuatan sampai pada berapa kuantitas pohon yang dibutuhkan untuk proses produksi hingga menjadi kertas siap pakai.

Begini, setiap proses pembuatan kertas pasti dibutuhkan bahan kimia, sumber daya manusia dan tentu saja bahan baku utama yaitu pohon. Dan asal anda tahu, untuk membuat 1 rim kertas saja membutuhkan setidaknya 1 pohon berumur kira-kira 5 tahun, bisa anda bayangkan dan hitung berapa dahan pohon yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional pertahun yang ada di angka sekitar 5 juta ton. Selain bahan baku, limbah hasil produksi kertas ini pun juga harus disterilkan atau setidaknya di daur ulang. Dari hasil bahan baku pohon ini ternyata Hutan Tanaman Indonesia (HTI) tidak mampu memenuhi untuk kuantitas produksi, sehingga ada beberapa bahan baku yang harus di import dari luar. Berarti bila kita menggunakan kertas secara boros maka kita juga turut menghabiskan sumber daya alam yang bukan hanya ada di Indonesia saja tetapi juga sumber daya yang ada di  dunia.Padahal secara sadar tidak sadar, kita masih banyak membuang kertas dengan cuek, seperti flyer-flyer yang tidak berguna, kemasan produk, dan lainnya. Padahal kalau semua lini produksi dapat memaksimalkan dokumen atau setidaknya memiliki sistem mendaur ulang kertas, maka secara tidak langsung sudah membantu bumi untuk bernafas lebih panjang lagi.

Nah, kalau dilihat dari judul dan artikel saya barusan mungkin anda akan berpikir bahwa dengan adanya multifunction device maka manusia akan meminimalisir pemakaian kertas.

Benar! Namun bagaimana cara dan solusinya? Berikut ini saya akan membahas beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang multifunction device dan dari perusahaan ini sudah lahir  beberapa inovasi terkait dengan penghematan pemakaian kertas.



*PT. Astragraphia Tbk,

Untuk perusahaan pertama akan kita mulai dengan PT. Astragraphia Tbk,. Perusahaan ini menggerakan bisnisnya dibawah perusahaan domestik terkemuka, Astra International. Sebagai anak perusahaan yang mengkhususkan core business di dunia IT, PT. Astragraphia Tbk, menjadi distributor resmi dari FUJIXEROX. Mengawali bisnisnya di tahun 1971 sebagai divisi Xerox yang menangani dunia perdokumenan,kini PT. Astragraphia Tbk, mengembangkan bisnisnya menjadi beberapa lini bisnis yaitu: Office Product Business, Production System Business, Printer Channel Business dan Service Business.

Dan saat ini FUJIXEROX melalui Astragraphia menjadi salah  satu perusahaan yang mendominasi dunia perdokumenan dan sudah cukup dipercaya oleh perkantoran untuk jasa yang ditawarkan. Salah satu keunggulan dari Astagraphia dibanding dengan perusahaan lain yang sama bisnisnya adalah, mereka menyediakan jasa service dengan nama FSMA (Full Service and Maintenance Agreement). Sistem ini adalah sistem jasa pelayanan servis yang sangat memudahkan pelanggan dalam hal servis mesin. Bila mesin yang ada di pelanggan mengalami kerusakan maka pelanggan hanya tinggal menelepon teknisi dari Astrgraphia tanpa harus mengeluarkan cost lagi, begitupun bila toner mesin pelanggan habis dan apabila ada kerusakan sparepart maka pelanggan tidak akan terkenan beban biaya lagi.

Oke, sekarang kita akan bahas tentang office multifunction device dari produk FUJIXEROX yang didistribusikan oleh PT. Asstragraphia, Tbk. Office multifunction device ini dibagi menjadi beberapa bagian yang dikelompokan berdasarkan kecepatan mesin.

Mesin dengan kecepatan terkecil mulai dari kecepatan 15 ppm, bisa dicontohkan oleh mesin dengan tipe lama yaitu DC 155/DC 156 & DC 1055/DC1085. Dan sekarang telah ada produk baru dari FUJIXEROX dengan tipe DC 1080/DC 2080. Namun dari mesin terakhir tersebut, kecepatan terkecil terbagi dalam system mesin local (tidak ada jarngan). Sehingga mesin ini tidak jauh berbeda dari mesin printer biasa hanya saja ukuran kertas yang bisa dicetak bisa mencapai kertas ukuran A3. Dan selain itu pelanggan yang mencari mesin MFD office murah tidak bisa sepenuhnya membeli mesin ini karena untuk bisa memperoleh system yang jaringan harus merogoh kocek yang lebih lagi.

Untuk perkatoran yang mempunyai volume pemakaian kertas yang lumayan banyak, sebaiknya menggunakan mesin dengan kecepatan menengah sampai kecepatan yang tinggi tergantung seberapa banyak kertas yang digunakan setiap bulannya. Contohnya untuk mesin dengan tipe DC IV 2060 yang mulai diproduksi pada tahun 2012. Mesin ini mampu mencetak dokumen sampai dengan kapasitas 20.000 lembar perbulan.

Begitu seterusnya pula dengan perusahaan yang memiliki aktivitas cetak dokumen sampai di atas 30.000/40.000 lembar perbulan. Semakin tinggi aktivitas cetak dokumen maka jenis mesin dan kecepatannya akan mempengaruhi kerja maksimal mesin. Beberapa tipe mesin dengan kemampuan cetak tinggi dari jenis office MFD adalah DC IV 5070/DC IV 7010.

Selain jajaran mesin yang hebat, PT. Astrgraphia, Tbk. Juga memiliki cara yang lumayan ampuh untuk meng-grab pelanggan lebih banyak lagi. VSS (Value Service and Solution), adalah sebuah perhitungan (assessment) yang di mana hasilnya akan menjadi pembanding cost existing device dari pelanggan dengan cost propose dari PT. Astragraphia, Tbk.

BIasanya dari perhitungan tersebut, akan didapatkan berapa persen perbedaan cost exsiting dengan cost propose yang bisa dilihat langsung oleh pelanggan dan biasanya juga perhitngan ini valid dikarenakan seluruh data yang ada langsung didapat dan diberikan oleh pelanggan sesuai masalah di lapangan.

Untuk perhitungan ini tidak selalu lebih murah dari exsisting cost. Terkadang perhitungan yang di dapat malah lebih mahal, namun perhitungan tetaplah perhitungan. Angka yang keluar dari perhitungan tersebut selalu dijadikan dasar oleh pelanggan dalam mengambil keputusan apakah akan memakai jasa PT. Astragraphia nantinya. Hal ini sangat wajar karena memang pelanggan pasti akan mencari harga termurah dari setiap vendor yang akan menjadi rekannya. Ya, prinsip ekonomi.

Namun dibalik angka tersebut masih banyak fitur-fitur lain yang dapat membantu. Bahkan bila di telusuri lebih lanjut lagi, fitur tersebut akan membentuk efektivitas kerja dan efisiensi waktu dalam lingkungan pekerjaan pelanggan.

 

Dari kasus di atas dapat dilihat bahwa pada saat ini yang namanya perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis mesin multifungsi tidak hanya mengandalkan kemampuan mesin mereka saja, dan lebih jauh lagi mereka tidak hanya menjual barang atau box selling. Lebih dari itu jasa servis, layanan suku cadang, bahan habis pakai, sampai jaminan waktu standby mesin pun dikedepankan. Malahan sampai menyediakan teknisi mesin yang selalu standby 24 jam demi menjaga kepuasan dan meningkatkan kepercayaan pelanggannya.

Tidak hanya PT. Astragraphia saja yang mencoba mengedepankan servisnya dalam memuaskan pelanggan. Anda tentu kenal brand untuk bisnis sejenis seperti PT. Samafitro dengan brand Canon-nya, PT. Ambasador dengan Konica Minolta-nya, bahkan sekarang PT. Berca dengan brand Hawlett Packard-nya pun berlomba-lomba untuk memperbaiki system servis mereka.

Dan seiring berjalannya waktu, teknologi, sampai berubahnya nilai mata uang akan mempengaruhi setiap pelanggan dalam mengambil keputusan, kira-kira manakah yang terbaik dari nama-nama di atas yang bisa diandalkan untuk menjadi vendor dalam kehidupan operasional customer.

Karena ternyata suka atau tidak, sebesar apapun perusahaan customer pasti hukum ekonomi tadi akan tetap berlaku. Ya, pricing. Pricing di sini artinya adalah apabila customer ingin invest mesin dengan cara membeli maka mereka pastinya akan mencari dan menawar harga mesin sampai yang termurah dan juga harga untuk servis perbulannya sampai harga kelebihan pemakaian. Dan bila customer ingin melakukan transaksi dengan system rental, pastinya juga akan mencari harga rental yang paling murah dari sisi jasa servis dan juga kelebihan pemakaian mesin.

Nah, sekali lagi terjadi hukum ekonomi di sini. Disaat customer ingin mendapatkan segala kemurahan dari mesin yang akan mereka beli atau rental, customer juga ingin mendapatkan fitur dan kegunaan mesin yang lengkap dan full system. Terkadang beberapa nama vendor tidak terlalu memusingkan harga dan revenue yang akan mereka dapatkan dari hasil penjualannya, mereka hanya berpikir bagaimana caranya dapat menguasai pasar, bagaimana caranya menjatuhkan pesaing sehingga beberapa dari mereka rela membanting harga demi memenangkan pasar.

Oke, kita sampai pada akhir pembahasan. Dengan adanya beberapa brand yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tentu saja akan membuat tiap brand yang bersangkutan akan selalu berusaha melakukan terobosan yang tentunya akan membuat mereka berada di puncak mata rantai persaingan dan semakin dicari oleh pelanggan.